"Saya tidak menjadikan bayi itu sebagai kompensasi. Kedua orang tuanya yang
meminta tolong agar mencarikan orang tua asuh untuk salah satu bayinya," kata Bidan Kurnianingsih di klinik persalinannya, Jl Sedap Malam, Denpasar, Jumat (26/12/2008).
Bidan Kurnianingsih berbalik menunding orang tua sang bayi Mulyono yang
mengingkari janjinya karena meminta kembali bayinya tersebut. "Sekarang minta dikembalikan. Apa itu bukan namanya ingkar janji," kata Kurnianingsih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
bahwa bayi Raditya tidak bisa dibawa pulang orang tuanya karena belum membayar biaya persalinan. Mulyono pun dituding enggan mengurus biaya persalinan tersebut.
Setelah hampir empat bulan, bidan Kurnianingsih memberikan informasi bahwa ada pihak lain yang bersedia mengasuh dan membayar biaya persalinan anak Mulyono.
"Dia mengaku setuju dan sukarela dengan harapan nasib anaknya akan lebih baik," tambah Kurnianingsih.
Akan tetapi, menurut Kurnianingsih, orang tua Raditya datang untuk meminta
kembali anaknya pada Sabtu (20/12/2008). "Ia marah-marah meminta anaknya
kembali," tegas Kurnianingsih.
Mereka pun terlibat perseteruan. Bidan mengaku akan menyerahkan bayinya jika
Mulyono membayar biaya persalinan serta perawatan berupa susu sebesar Rp 2,5
juta.
"Kalau ia sudah punya uang, saya akan telepon orang tua asuh untuk mengembalikan anaknya, tapi hingga kini Mulyono tidak kembali lagi," katanya. (gds/ndr)











































