Makam Rasulullah dan Raudah berada di dalam Masjid Nabawi. Dua tempat ini menjadi sasaran para jamaah haji. Rasanya tak afdol, bila berada di Madinah dan tidak berdoa di dua tempat ini. Raudah diyakini sebagai tempat yang paling mustajab untuk berdoa.
Pantauan wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid, pintu (bab) Assalam dijaga oleh puluhan tentara yang diperbantukan mengamanakan prosesi jamaah haji yang berziarah ke Raudah dan makam Rasulullah. Para tentara ini ditugaskan menjaga bab Assalam yang sedang diterapkan sistem buka tutup karena padatnya jamaah. Sementara tentara yang bertugas di bagian dalam terus menghalau jamaah yang berlama-lama di areal jalan bab Assalam karena para jamaah hanya diberi kesempatan untuk lewat.
Tak jarang akibat kebijakan ini, terjadi ketegangan-ketegangan antara askar dan jamaah haji yang ingin memaksa masuk Raudah. Jika itu yang terjadi, teriakan-teriakan keras askar yang menghalau jamaah terdengar seperti orang yang sedang bertengkar.
"La taqif, marra, massi... Mamnuk, mamnuk.......(jangan berhenti, jalan terus, jalan terus. Dilarang masuk)," kata askar bersahutan sambil mendorong jamaah yang memaksakan masuk Raudah dan berhenti berlama-lama di dekat makam Rasulullah.
Jamaah haji yang tinggal di Madinah hanya beberapa hari ini hanya bisa mengerutu atas sikap askar tersebut. Hal ini disebabkan karena kedatangannya mereka ke Madinah adalah untuk beribadah di Masjid Nabawi dan masuk ke Raudah untuk berdoa. Namun bagi jamaah yang memahami padatnya Raudah justru mendukung langkah penertiban itu agar tidak menjadi korban.
"Sudah benar mas diatur begini. Kalau tidak, pasti ributnya bukan sama askar lagi, tetapi ribut antar jamaah karena berebut masuk Raudah," kata jamaah haji asal Temanggung, Muhammad Barokah, pada detikcom, Selasa (24/12/2008).
Beberapa tempat strategis di Masjid Nabawi juga dipasang tulisan peringatan mengenai larangan berebut masuk Raudah dengan cara menyakiti. Hal ini dimaksudkan agar jamaah haji dapat menahan diri untuk tidak memaksakan masuk Raudah jika dalam keadaan penuh.
Sementara itu, akibat kelelahan dan cuaca dingin yang berdebu, banyak jamaah haji yang mengalami sakit batuk. Hal ini terlihat saat mereka sedang berkumpul di Masjid Nabawi untuk menunaikan salat jamaah 5 waktu. Suara batuk yang beragam dari yang pelan sampai yang keras bersahutan dari ujung bagian depan belakang kanan kiri dan tengah. (yid/asy)











































