Rusia Mulai Kirim Senjata ke Iran

Rusia Mulai Kirim Senjata ke Iran

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 01:01 WIB
Tehran - Rusia telah memulai pengiriman sistem pertahanan udara S-300 ke Iran. Sistem persenjataan itu bisa membantu Iran menangkal ancaman serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap instalasi nuklirnya.

"Setelah beberapa tahun membicarakannya dengan Rusia...sekarang sistem S-300 sedang dikirim ke Iran," ujar wakil ketua parlemen Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Iran Email Kosari seperti dikutip Reuters dari media IRNA, Minggu (21/12/2008).

Namun Kosari tidak menyebut kapan tanggal pasti pengiriman dimulai. Baik Menteri Luar Negeri Iran maupun Rusia tidak bisa dimintai konfirmasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Versi paling canggih dari sistem S-300 ini mampu melacak target dan menembak pesawat sejauh 120 km (75 mil). Di dunia Barat sistem ini dikenal dengan sebutan SA-20. Menurut Kosari, sistem S-300 itu bisa digunakan untuk 'memperkuat kemampuan Iran menjaga perbatasannya.'

"Pengiriman ini menunjukkan hubungan baik antara Iran dan Rusia, sebuah hubungan yang tidak bisa diganggu oleh Israel," ujarnya.

AS, negara-negara sekutu di Eropa, dan Israel menuding Iran tengah berupaya membangun kekuatan nuklir dengan mengatasnamakan program energi nuklir sipil. Namun Iran selalu membantah tudingan tersebut.

Tuntutan Israel agar Iran dilarang mengembangkan bom nuklir telah menimbulkan spekulasi bahwa satu-satunya negara pemilik nuklir di Timur Tengah itu akan melancarkan serangan penangkal (pre-emptinve strike) ke Iran.

Bulan Oktober lalu, Menteri Luar Negeri Rusia menyangkal spekulasi media bahwa negaranya akan menjual sistem S-300 tingkat menengah. Menurutnya Rusia tak berniat menjual senjata ke 'daerah-daerah bermasalah.' Namun media Rusia RIA yang mencuplik 'sumber rahasia' minggu lalu mengatakan, Rusia tengah membuat kontrak penjualan S-300 dengan Iran.

Penjualan senjata dan kerja sama nuklir antara Rusia dengan Iran telah membangkitkan ketegangan AS. Negara adidaya itu khawatir Iran menggunakan persenjataannya untuk merintangi kepentingan AS di Timur Tengah dan mengganggu negara-negara tetangga. Namun Rusia menegaskan, Iran tidak memiliki kemampuan membuat senjata nuklir.

(sho/did)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads