Kalah Catur, Bukan Berarti Kalah Berjuang

Kisah Penjual Jas Hujan

Kalah Catur, Bukan Berarti Kalah Berjuang

- detikNews
Sabtu, 20 Des 2008 19:18 WIB
Kalah Catur, Bukan Berarti Kalah Berjuang
Jakarta - Skak mat! kata tersebut terlontar dari mulut Agus, lawan maen Uda saat bentengnya berhasil memojokkan raja lawan, sehingga raja tidak dapat berkutik lagi. Dengan sedikit rasa penyesalan karena terlambat mengantisipasi serangan Agus, Uda terpaksa harus menata kembali buah catur keatas papan catur sebagai hukuman bagi yang kalah.

Uda (57) adalah penjual jas hujan yang sudah 6 tahun mangkal di Jl Buncit Raya, Jaksel. Ia mengaku, pendapatannya sebagai penjual jas hujan sangat tidak bisa diandalkan. Sama halnya dengan kemampuannya bermain catur, tidak bisa diandalkan.

"Ya ngga seberapa, sehari kadang laku 1 sampai 3, kadang malah gak laku juga" ujarnya kepada detikcom, Sabtu (20/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uda saat ini tinggal bersama istri dan 1 orang anaknya yang masih sekolah. Ia mengaku, pendapatannya cukup besar hanya pada musim hujan.

Seperti pagi tadi, ia merasa cukup gembira. Pagi-pagi buta, ia sudah mengantongi uang Rp 120.000 karena dagangannya laku 2 potong.

Namun cuaca cerah justru menjadi mimpi buruk bagi pria yang gemar yang hobi bermain catur ini. Tidak ada satu pun jas hujan yang mampu dijualnya, meski tenggorokannya sudah kering menawarkan barang dagangannya.

Untuk menghabiskan waktu, Uda mengaku selalu bermain catur dengan sahabatnya Agus. Namun ia selalu kalah. Meski demikian, Uda tidak ingin kalah dalam percaturan hidup untuk melawan kerasnya kehidupan Jakarta.

"Sambil menunggu hujan datang mas," pungkasnya. (her/mad)


Berita Terkait