Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa (15/12/2008) pukul 13.00 waktu Arab Saudi, kebanyakan jamaah meninggal akibat penyakit sistem sirkulasi dan pernafasan yang mencapai 252 jamaah. Sisanya terserang penyakit infeksi dan sistem syaraf. Kebanyakan jamaah ini meninggal di kota Makkah yang berjumlah 199 jamaah.
Sementara itu, setelah prosesi haji Armina jamaah yang meninggalkan kota Makkah terus bertambah, baik yang langsung pulang ke tanah air melalui Jeddah ataupun yang menyempurnakan ibadah salat arbain di kota Madinah bagi yang gelombang 2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut wakadaker Makkah bidang kedatangan dan pemulangan, Ceppy Supriyatna, arus pemberangkatan jamaah ke Jeddah dan Madinah akan terus meningkat seiring jadwal penyelesaian ibadah di Makkah setelah armina.
"Setelah semua jamaah menyelesaikan prosesi ibadahnya dan jatuh hari yang ditentukan, akan terus meningkat jumlah yang dibawa ke Jeddah untuk dipulangkan ke tanah air dan dibawa ke Madinah untuk arbain,"kata Ceppy pada detikcom.
Sementara itu, 3 kloter jamaah haji yang memasuki kota Madinah pada Selasa dini hari langsung disambut cuaca dingin sebagaimana yang diperkirakan sebelumnya. Kloter 34 dan 35 Solo serta kloter 10 Balikpapan, yang mendapatkan pemondokan di luar markaziyah di sektor 2 dan 4 langsung disambut cuaca Madinah yang hanya 14 derajat celsius.
Menurut ketua regu 3 kloter 35 Solo, Nurmahin, meski kondisi dingin, dia berharap dapat tetap melaksanakan prosesi arbain dengan sempurna. Hal ini karena selama di Magelang tempatnya suasana dingin selalu menjadi teman selama ini.
"Kami telah antisipasi dengan menyiapkan sejumlah penghangat badan seperti pakaian serta minuman penghangat. Udara dingin lebih enak daripada panas seperti di Makkah," ujar Nurmahin, jamaah asal Magelang ini.
Mesin Rusak, Pemulangan Jamaah Mundur
Sementara itu, laporan dari Jeddah, pesawat Garuda Indonesia yang akan mengangkut jamaah haji Indonesia ke tanah air, kembali mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, terjadi penundaan penerbangan hingga 38 jam 45 menit.
Kejadian itu berdasarkan pada surat yang disampaikan oleh pihak Garuda Indonesia kepada kepala daerah kerja Jeddah, Subakin Abdul Muthalib. Surat itu berisi perubahan jadwal keberangkatan kloter 4 dan 5 Ujungpandang hingga 12 sampai 38 jam 45 menit.
Surat yang ditandatangani oleh Agus Wibowo, selaku Koordinator Operasional Haji PT Garuda Indonesia menyebutkan, kloter 4 Ujungpandang yang seharusnya diberangkatkan 15 Desember pukul 03.05 dinihari, mengalami kemunduran hingga 38 jam, sehingga diundur menjadi tanggal 16 Desember pukul 17.50. Sementara kloter 5 UPG yang semestinya berangkat pada hari ini pukul 07.30 pagi diundur menjadi malam nanti pukul 20.00.
(zal/iy)











































