Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan sejatinya PDIP belum menetapkan secara resmi sejumlah bakal cawapres itu. Penetapan cawapres akan melihat perkembangan politik terlebih dulu. Apalagi banyak parpol baru akan menetapkan capres atau cawapresnya setelah Pemilu legislatif.
Nama Sri Sultan Hamengku Buwono X misalnya, telah masuk sebagai salah satu kandidat cawapres PDIP. Namun, PDIP harus berpikir ulang, karena Sultan telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden.
"Nama Sultan HB X memang awalnya salah satu yang disurvei dan pilihan yang tepat untuk cawapresnya Ibu Megawati. Hubungan pribadi sangat dekat. Visi untuk Indonesia ke depan juga sama. Tapi, perkembangan baru Sultan deklarasi sebagai capres, walau belum jelas memakai kendaraan politik apa," kata Tjahjo saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/12/2008).
Di Golkar, kata Tjahjo, posisi Sultan juga bukan ketua umum dan hanya sebagai Dewan Penasihat. "Bahwa Sultan punya pertimbangan lain dan yakin bahwa PDIP akan dukung dia sebagai capres alternatif selain Ibu Mega, sah-sah saja. Namun partai sudah bulat dukung Ibu Mega sebagai satu-satunya capres," ujar Tjahjo.
Tjahjo yakin politik akan cepat bergeser dengan cepat menjelang Pemilu 2009. "PDI Perjuangan akan menunggu finalnya bagaimana nanti dari para kandidat awal sebagai cawapres, namun sekarang deklarasi jadi capres, seperti Sultan itu," jelas Tjahjo.
PDIP akan akan sabar menunggu perkembangan politik saat ini. "Setiap gelagat perkembangan oleh partai dan Tim Sukses Mega Presiden pasti mencermatinya denggan cermat dan seksama, sambil menginventarisasi nama-nama calon lainnya sebagai pertimbangan untuk disurvei. Calon yang layak jual dan mampu menambah suara akan menjadi pertimbangan," kata politisi yang menjadi Ketua Fraksi PDIP DPR ini. (asy/djo)











































