Penyebab tidak adanya kesepahaman para demonstran dengan pihak rumah sakit lantaran salah satu demosntran yang juga sebagai Ketua Separati (Serikat Pekerja RS UKI) Jonni Hermanto Saragih tidak diikutkan dalam pertemuan. Alasannya, Jonny sudah di-PHK.
"Rapatnuya tidak menemui titik temu karena dari pihak yayasan menginginkan agar Pak Jonni selaku ketua serikat tidak masuk dalam rapat. Sedangkan kami ingin agar dia tetap rapat karena inti permasalahannya ada di situ." ujar salah seorang demonstran, Ester di RS UKI, Cawang, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dibenarkan oleh pihak rumah sakit. Jonni terpaksa dikeluarkan karena melakukan tindakan indisipliner.
"Dia sudah mengambil berkas, itu dokumen rahasia perusahaan. Dia melakukan perbuatan indisipliner sehingga terpaksa kami keluarkan," ujar salah satu perwakilan rumah sakit, Humuntar Lumban Gaol.
Karena tidak menemui kesepakatan, rencananya para demonstran akan melakukan aksi serupa pada 11 Desember besok. "Besok kami akan aksi lagis ampai tuntutan kami dipenuhi," ujar korlap aksi, Anton.
Para demonstran meminta agar 10 tuntutan yang mereka minta dikabulkan oleh rumahs akit. Salahsatu dari tuntutan tersebut yakni mencabut SK yang mem-PHK-kan Jonni sebagai karyawan di RS UKI. (anw/gah)











































