Demikian antara lain kesimpulan Sidang Komisi Bersama (SKB) RI-Rusia sesi pagi hari kedua, Selasa (9/12/2008) di Gedung Putih, Moskow, tempat PM Putin berkantor, seperti disampaikan Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya langsung dari Moskow kepada koresponden detikcom Eddi Santosa di Den Haag hari ini.
Delegasi Indonesia dalam SKB ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Amerop) Deplu Retno L.P Marsudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Kadin Komite Rusia dan CIS Didi Suwondo menyebut kesepakatan RI-Rusia itu sebagai luarbiasa dan membanggakan. “Kita akan terus maju, meraih kesempatan yang masih ada,” ujarnya.
Masih menurut Didi, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong tercapainya target perdagangan tersebut. Salah satunya adalah efektifnya kesepakatan Kadin Indonesia dan Rusia sebagai payung kerjasama yang diteken pada tahun 2006 lalu.
Positif
Dampak positif yang dirasakan adalah terbukanya komunikasi antar para pengusaha dan mudahnya mengakses data. Tertutupnya era Uni Soviet dan munculnya Rusia Baru telah diantisipasi secara tepat sehingga memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Menurut catatan, sejak penandatanganan telah terjadi ratusan kontak usaha antara kedua bangsa. “Tahun 2008 saja berdasarkan terdapat 230 kontak usaha dari pihak swasta di bawah Kadin. Ini tentu sesuatu yang luar biasa,” tambah Didi.
Selain itu, telah berlangsung suatu pertukaran delegasi dalam jumlah yang relatif masif. Tahun ini, setidaknya terdapat 12 kali kunjungan delegasi usaha yang menunjukkan betapa kedua belah pihak sudah mulai saling memahami, saling mengerti dan mencoba memanfaakan kesempatan yang ada di depan mata.
Mengenai pembayaran dengan LC yang sering dikeluhkan, pada dasarnya sudah relatif teratasi dengan adanya beberapa kesepatan perbankan antara kedua belah pihak seperti Bank Mandiri dan Vnesh Ekonom Bank (VEB). Jika melalui jalur-jalur resmi yang sudah dibuka, dijamin akan aman.
Kredibel
Sementara itu M. Aji Surya, mengatakan bahwa masalah-masalah yang masih sering mengganjal diharapkan dapat dibereskan dengan berdirinya Indonesia–Russia Business Council pada pertengahan tahun depan.
Lembaga ini akan menjadi jembatan emas bagi arus kerjasama bisnis antara kedua belah pihak. Kredibilitas Business Council dapat dipertanggungjawabkan, karena akan diketuai oleh pengusaha terkemuka dari Rusia dan Indonesia yang tahu detail permasalahan.
Selain itu, kata Aji, harmonisnya hubungan KBRI Moskow dan Kedubes Rusia di Jakarta tidak dapat dinafikan. Peranan dan keterlibatannya dalam semua lini kegiatan bilateral oleh pengusaha kedua bangsa dinilai masih perlu.
(es/es)










































