Hal itulah yang terjadi di luar gerbang Masjid Istiqlal, yang tepat berhadapan dengan Gereja Katedral, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2008).
Pantauan detikcom, setelah menerima jatahnya, beberapa penerima daging kurban itu diorganisir sekitar empat orang untuk mengumpulkan daging kurban dalam 1 kresek.
Mereka pun mengganti kresek daging berwarna putih dari panitia masjid, menjadi kresek hitam. Mereka membagi 1 kilogram daging itu menjadi empat bagian, yang masing-masingnya seberat 1/4 kilogram.
Lantas, mereka pun beraksi mendekati para pejalan kaki maupun warga yang tidak kebagian jatah daging kurban.
"Bu, daging," tawar salah satu penjual daging dengan suara pelan sambil membuka kreseknya kepada seorang ibu pejalan kaki.
Detikcom pun mencoba mendekati dan menawar harga daging itu. "Seperempat kilogram Rp 20 ribu," jawab penjual daging itu.
Sementara salah seorang pembeli daging Udin (70) mengaku membeli daging kurban karena tak kebagian jatah dari panitia masjid.
"Karena tadi saya izin dari rumah ngantre dan katanya sudah habis, makanya saya beli daging ini. Harganya Rp 20 ribu. Saya takut ditanya kalau pulang," ujar warga Salemba, Jakarta Pusat ini. (nwk/nwk)











































