Parlemen Indonesia dan Presiden India Pratibha Devisighn Patil pun berkomitmen untuk sama-sama memerangi aksi teror tersebut.
"Kami sepakat menolak terorisme dan perlu bekerjasama sama secara maksimal untuk menanganinya. Agama-agama tidak pernah mangajarkan terorisme. Agama justru dijadikan korban dari terorisme," kata Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hidayat, dirinya dan Patil sama-sama sepakat bahwa demokrasi lewat penghargaan atas perbedaan adalah salah satu alat untuk memerangi terorisme.
"Demokrasi adalah salah satu pintu memberantas terorisme secara efektif," ungkap Hidayat.
Sementara itu, usai menemui Hidayat, Patil pun bertemu dengan Ketua DPR Laksono dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita.
Dalam pertemuan singkat itu, kata Agung, Patil pun menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang beruntung dengan tidak adanya WNI yang mejadi korban serangan teror di Mumbai.
"Beliau juga menghargai sikap Indonesia yang turut mengutuk aksi teror tersebut," pungkas Agung.
(lrn/nrl)











































