Sikap Ikhlas Cegah Praktek Korupsi

Temu Alumni Gontor

Sikap Ikhlas Cegah Praktek Korupsi

- detikNews
Sabtu, 29 Nov 2008 11:36 WIB
Jakarta - Etika santri sangat diperlukan dalam membangun bangsa dan negara. Salah satunya adalah mental qanaah (menerima apa adanya yang diberikan Tuhan) yang cenderung membuat seseorang ikhlas dan menolak ambisi pribadi.

"Dengan sikap ikhlas dan menolak ambisi pribadi, perilaku uswah sayyiah (contoh yang buruk) dapat dihindari, seperti praktek korupsi, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan, dan sebagainya," ujar Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Abdullah Syukri Zarkasyi.

Hal ini disampaikan KH Abdullah Syukuri Zarkasyi dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini juga dihadiri Menteri Pendididikan Nasional Bambang Sudibyo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, dan rencananya juga akan hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi.

Dengan kegiatan ini, kata Syukri, tali silaturahim di kalangan santri diharapkan semakin erat, khususnya dalam membangun bangsa Indonesia.

"Semua alumni pesantren harus meningkatkan peran dan fungsinya untuk bangsa dan negara, tetap berkepribadian santri," pinta Syukri.

"Sudah menjadi pejabat tetap harus memelihara kesantriannya, moralnya," tandasnya.

(lrn/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads