Pantauan wartawan detikcom, Muhammad Nur Hayid, dari kota Mekkah al mukarramah, jalan-jalan di sekitar Masjidil Haram sudah mulai padat dengan ribuan jamaah haji. Jalur transportasi pun macet.
Diperkirakan, semua jalan yang mengelilingi masjidil haram dan jalan-jalan menuju Armina akan dipadati jamaah sejak tangal 7 dzulhijjah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang padat banget mas. Untuk bisa salat di bagian tengah Masjid saja harus datang satu jam sebelum salat, apalagi di areal terbuka depan ka'bah. Harus datang 2 jam sebelumnya," kata rahmat pada detikcom Senin (24/11/2008).
Hal yang sama juga disampaikan jamaah haji asal Jawa Timur (Jatim), Sutaman. Menurutnya, kepadatan kota Mekkah dan Masjidil Haram menjelang puncak haji wukuf di Arafah terus bertambah. Akibatnya, untuk ke Masjidil Haram harus berjuang menghadapi padatnya lautan manusia dan kemacetan jalan-jalan. Selain itu juga harus mempersiapkan tenaga ekstra agar dapat tempat yang nyaman saat salat di masjid.
"Sekarang jamaah sudah kumpul semua. Jadi di mana-mana padat. Jalan-jalan juga tambah macet. Kita harus berjuang untuk bisa sampai ke masjid. Apalagi pemondokan kita jauh-jauh mas," terangnya.
Meski harus menghadapi padatnya jamaah, tak membuat para jamaah haji ini putus asa. Wajah kebahagiaan dan kepuasan tersirat dari masing-masing jamaah yang dapat langsung menyaksikan kebesaran Allah berupa ka'bah.
"Alhamdulillah, capek dan lelah seolah sirna kalau sudah dapat bersimpuh di depan ka'bah. Karena jutaan umat Islam juga menginginkan dapat ke sini, meski harus bergantian karena kuotanya yang tidak mencukupi," kata jamaah haji asal Palembang, Sumatera Selatan, Muhammad.
Akibat penumpukan jamaah Mekkah ini, toko-toko yang pada hari biasanya tutup pada pukul 22.00 WAS harus membuka dua jam lebih lama. (yid/irw)











































