Guru Agama Islam di Jawa Masih Konservatif

Guru Agama Islam di Jawa Masih Konservatif

- detikNews
Selasa, 25 Nov 2008 15:30 WIB
Jakarta - Guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa masih bersikap konservatif. Bahkan, para guru tersebut sangat rendah dalam mengajarkan semangat kebangsaan.

"Dari hasil survei terhadap 500 guru di Jawa, 51% responden lebih mementingkan mengajarkan akhlak mulia. Hanya 3% yang mengajarkan sikap toleran beragama bahkan hanya 0,3% saja yang mengajarkan menjadi warga negara yang baik," kata Direktur Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Jajat Burhanudin, di Galeri Lontar, Jalan HOS Cokroaminto, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2008).

Survei dilakukan terhadap 500 guru di 500 SMA/SMK di Jawa selama kurun Oktober 2008. Responden dipilih dengan menggunakam metode random acak sederhana. Selain itu juga dilakukan wawancara terstruktur terhadap 200 siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 500 responden, 67,4% mengaku merasa sebagai orang Islam dan hanya 30,4% yang merasa sebagai orang Indonesia," tambah dosen Fakultas Adab tersebut.

Lokasi survei dilakukan di kota-kota besar dan menengah di Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, Solo dan Cirebon. Berdasarkan hasil survei tersebut, Jajat merasa khawatir terhadap keberlangsungan berkebangsaan ke depan. Pemahaman kebangsaan yang sempit bisa mempengaruhi wawasan kebesangaaan.

"Banyak faktor kenapa guru agama berperilaku seperti itu, bisa karena pemahaman individu guru,kurikulum atau rendahnya dialog antar agama. Padahal itu di SMA/SMK umum, bukan disekolah agama, " pungkasnya.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads