"Nggak berani spekulasi karena takut yang diculik nambah," ujar teman angkatan Inoel yang enggan disebutkan namanya itu kepada detikcom, Selasa (25/11/2008).
Dia juga tidak tahu kabar kaitan hilangnya Inoel dengan sebuah ormas. "Belum tahu, belum jelas kabarnya," katanya.
Teman main Inoel, Raka, juga membantah keras Ketua Himpunan Mahasiswa Planologi ITB hilang disebabkan hubungannya dengan sebuah ormas.
"Setahu saya sebagai teman dia nggak punya masalah sama pihak mana pun. Aktivitas dia sepenuhnya di kampus," kata Raka, teman Inoel dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/11/2008).
Raka menilai kabarnya Inoel yang dikaitkan oleh ormas hanyalah karangan. "Itu nggak ada sama sekali, itu ngarang. Dia teman main saya, dia adik kelas saya," jelas Raka, mahasiswa angkatan 2004 ini.
Inoel tidak kembali lagi ke rumahnya sejak Kamis 20 November 2008. Sebelum berangkat ke kampus ITB, Jalan Ganesha, Inoel meminta uang untuk membetulkan kacamata. Ibunya memberikan uang Rp 150 ribu. Namun sebelum berangkat kuliah, Inoel meminta izin untuk pergi ke swalayan dekat rumahnya. Pada saat pergi, Inoel hanya mengenakan celana pendek dan tidak membawa apa-apa. Setelah dia pamit pergi ke swalayan, Inoel tak pernah kembali.
(nik/iy)











































