Jerman Santai Usai Trump Ancam Pangkas Pasukan AS di Wilayahnya

Jerman Santai Usai Trump Ancam Pangkas Pasukan AS di Wilayahnya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 01 Mei 2026 00:33 WIB
Amerika Serikat dan Jerman mengumumkan kesepakatan untuk mengirimkan kendaraan tempur lapis baja ke Ukraina. Disebutkan dalam pernyataan itu bahwa AS akan mengirimkan Kendaraan Tempur Infanteri Bradley, sedangkan Jerman akan mengirimkan Kendaraan Tem
Ilustrasi. (AP Photo/Reuters)
Jakarta -

Jerman mengatakan bahwa mereka siap untuk kemungkinan pengurangan pasukan Amerika Serikat (AS) usai diancam oleh Presiden Donald Trump. Jerman menekankan pentingnya kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan.

Dilansir AFP, Kamis (30/4), Trump mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian dari puluhan ribu pasukan AS yang ditempatkan di Jerman di tengah perselisihan dengan Kanselir Friedrich Merz mengenai perang di Iran.

Berbicara selama kunjungan ke Maroko, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan: "Kami siap untuk itu, kami sedang membahasnya secara saksama dan dalam semangat kepercayaan pada semua badan NATO, dan kami mengharapkan keputusan dari Amerika tentang hal ini."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan apa pun akan "dibahas dengan kami dan dengan pihak lain, sebagaimana mestinya di antara sekutu", katanya.

Merz sebelumnya mengatakan bahwa pendekatan Jerman terhadap perang di Timur Tengah "tetap berorientasi pada NATO yang bersatu dan kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan".

Berlin "berada dalam kontak yang erat dan saling percaya dengan mitra kami, termasuk dan terutama di Washington," katanya, tanpa secara langsung menyebutkan ancaman Trump.

"Kami melakukan ini untuk kepentingan transatlantik bersama kami. Kami melakukannya dengan saling menghormati dan pembagian beban yang adil," tambahnya.

"Kemitraan transatlantik ini sangat dekat di hati kami--baik bagi kami secara keseluruhan maupun bagi saya pribadi, seperti yang Anda ketahui."

Merz menjadi sasaran kemarahan Trump setelah mengatakan awal pekan ini bahwa Iran "mempermalukan" Washington di meja perundingan. Trump mengatakan bahwa Merz "berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!"

Kemudian, dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah pasukannya di Jerman.

Wadephul mengatakan bahwa gagasan pengurangan pasukan AS "sejujurnya, bukanlah pesan baru sama sekali," menambahkan bahwa prospek tersebut telah diangkat oleh presiden AS sebelumnya.

Meskipun menyatakan dirinya "santai" mengenai gagasan pengurangan jumlah pasukan AS di Jerman, Wadephul mengatakan bahwa pangkalan-pangkalan besar Amerika di Jerman "sama sekali tidak perlu diperdebatkan". Ia mengatakan, misalnya, bahwa Pangkalan Udara Ramstein memiliki "fungsi yang tak tergantikan bagi Amerika Serikat dan bagi kita berdua".

Halaman 2 dari 2
(rfs/jbr)


Berita Terkait