"Lebih cepat lebih baik. Perlu ada jawaban dari keluarga semacam buku putih. Menerbitkan buku yang isinya pemutihan nama Adam Malik dari tuduhan itu atau keluarga mengadakan jumpa pers," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).
Menurut Wawan, keluarga bisa lebih cepat memberikan klarifikasi daripada pemerintah. Sebab pemerintah harus terlebih dulu mengkaji dan meneliti masalah itu, baru membuat keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan mengatakan, tulisan di buku Membongkar Kegagalan CIA itu merupakan tuduhan. Karena orang yang disebutkan sudah meninggal dan tidak mempunyai hak jawab. Apalagi tidak diberikan bukti yang kongkret.
"Lantas buktinya apa? Apa memang ada surat keterangan yang menyatakan agen CIA atau kartu anggota atau saksi lain, tidak hanya satu orang saja?" tanya Wawan.
Penyebutan itu, lanjut Wawan, merupakan pembunuhan karakter dan hanya asumsi seseorang tanpa bukti. Makanya keluarga perlu membuat buku dalam dua bahasa dan diterbitkan oleh penerbit yang terkenal di dunia untuk meluruskan kabar ini.
"Menurut saya jadi fitnah. Ini berbahaya. Masyarakat Indonesia jangan menelan mentah-mentah soal ini," tegasnya.
Buku Membongkar Kegagalan CIA merupakan terjemahan dari Legacy of Ashes, the History of CIA. Dalam menulis buku ini Tim Weiner menelaah puluhan ribu dokumen CIA dan mewawancarai ratusan mantan agen CIA. (gus/nrl)











































