Keluarga Adam Malik Harus Segera Terbitkan 'Buku Putih'

Dituduh Agen CIA

Keluarga Adam Malik Harus Segera Terbitkan 'Buku Putih'

- detikNews
Minggu, 23 Nov 2008 15:05 WIB
Keluarga Adam Malik Harus Segera Terbitkan Buku Putih
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Adam Malik disebut sebagai agen CIA dalam buku Membongkar Kegagalan CIA karya wartawan The New York Times. Pihak keluarga harus secepatnya memulihkan nama baik salah satu pahlawan nasional itu dengan menerbitkan 'buku putih' berisi pelurusan tuduhan itu.

"Lebih cepat lebih baik. Perlu ada jawaban dari keluarga semacam buku putih. Menerbitkan buku yang isinya pemutihan nama Adam Malik dari tuduhan itu atau keluarga mengadakan jumpa pers," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada detikcom, Minggu (23/11/2008).

Menurut Wawan, keluarga bisa lebih cepat memberikan klarifikasi daripada pemerintah. Sebab pemerintah harus terlebih dulu mengkaji dan meneliti masalah itu, baru membuat keputusan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira yang berkompeten adalah keluarga sebelum berlarut-larut. Ini cukup berat. Ada hak jawab dari keluarga untuk berikan klarifikasi," imbuhnya.

Wawan mengatakan, tulisan di buku Membongkar Kegagalan CIA itu merupakan tuduhan. Karena orang yang disebutkan sudah meninggal dan tidak mempunyai hak jawab. Apalagi tidak diberikan bukti yang kongkret.

"Lantas buktinya apa? Apa memang ada surat keterangan yang menyatakan agen CIA atau kartu anggota atau saksi lain, tidak hanya satu orang saja?" tanya Wawan.

Penyebutan itu, lanjut Wawan, merupakan pembunuhan karakter dan hanya asumsi seseorang tanpa bukti. Makanya keluarga perlu membuat buku dalam dua bahasa dan diterbitkan oleh penerbit yang terkenal di dunia untuk meluruskan kabar ini.

"Menurut saya jadi fitnah. Ini berbahaya. Masyarakat Indonesia jangan menelan mentah-mentah soal ini," tegasnya.

Buku Membongkar Kegagalan CIA merupakan terjemahan dari Legacy of Ashes, the History of CIA. Dalam menulis buku ini Tim Weiner menelaah puluhan ribu dokumen CIA dan mewawancarai ratusan mantan agen CIA. (gus/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads