"Secara pribadi saya mengatakan tidak perlu pakai somasi lagi. Karena mereka telah berkali-kali membuat berita fitnah, menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta. Langsung laporkan ke polisi saja," ujar juru bicara keluarga Bakrie kepada detikcom, Lalu Mara Satriawangsa, Senin (17/11/2008).
Menurut Lalu, untuk memberi efek jera kepada Tempo, penyelesaian di pengadilan dianggap paling efektif. "Mau revisi atau nggak tidak peduli, lebih baik diselesaikan di pengadilan saja," cetus Lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Majalah Tempo edisi 17-23 November disebutkan, Bakrie mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah terkait saham PT Bumi Resources milik Bakrie yang terus jeblok nilainya.
Laporan Utama Majalah Tempo di halaman 134 berjudul Kisruh Saham Keluarga Bakrie, Panas Digoyang Gempa Bumi.
Potongan artikel tersebut berbunyi:
"Istana diduga ikut melindungi kepentingan bisnis Bakrie dalam gonjang-ganjing saham Bumi Resources. Krisis keuangan grup bisnis itu juga dijadikan klaim untuk mengerem dana penanggulangan lumpur Lapindo. Ditekan kiri-kanan, Sri Mulyani sempat meminta mundur." (anw/nrl)











































