Basir kini terbaring tak berdaya di ruang UGD RS Bhayangkara, Jl Mappaodang Makassar. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RS Islam Faisal dan mendapat 30 jahitan di dahinya. Dari daftar status pasien, diketahui luka robek pada dahi Basir sepanjang 10 cm dan kedalaman 1,5 cm.
Saat ditemui detikcom di UGD RS Islam Faisal, Basir menceritakan perihal nasib naas yang dialaminya. Menurut Basir, saat tengah mengendarai sepeda motor di Jl Veteran Selatan, sekitar pukul 02.00 Wita, dirinya dicegat polisi yang sedang melakukan razia. Basir yang berboncengan dengan teman wanitanya berhenti.
Tapi saat Basir mau menghentikan sepeda motornya, ia mendengar suara letusan. Karena kaget ia langsung tancap gas. "Saya baru sadar kalau kepala saya berdarah tidak jauh dari lokasi razia," ungkap Basir.
Karena kehabisan bensin, Basir pun menelpon teman-temannya untuk dijemput di jalan Landak. Hasbi, salah satu rekannya yang turut mengantar Basir ke RS Islam Faisal, mengakui warga yang tinggal di sekitar Jalan Landak sempat memberi pertolongan ketika Basir mulai hilang kesadaran.
Kapolresta Makassar Barat, AKBP Evie Soth, yang datang ke RS Islam Faisal, membantah anggotanya melakukan penembakan. Menurutnya, lalam razia tersebut tidak ada anggotanya yang membawa senjata berpeluru tajam.
Meski demikian, sambung Evie, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Korban dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk memudahkan pemeriksaan oleh Tim Forensik Polda Sulsel.
"Polisi punya alibi, suara letusan itu akibat tabrakan mobil pick up di sekitar TKP. Ban mobil pick-up itu meletus, mobil tersebut kini diamankan di Mapolres Makassar Barat," pungkas Evie.
(mna/djo)











































