Sejumlah tamu undangan di luar anggota Polri tampak hadir, seperti dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu juga tampak hadir sejumlah purnawirawan Polri. Sekitar pukul 09.30 WIB acara selesai kemudian dilanjutkan dengan atraksi dari anggota Brimob.
Atraksi dimulai dengan pertunjukan bela diri dari anggota Polda Brimob. Dalam atraksi tersebut anggota Brimob mendemonstrasikan beragam jenis bela diri mulai dari Tae Kwon Do, Karate, Kempo dan Silat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri kemudian menutup mata 6 personel Brimob dengan kain hitam dan lakban hitam. Tiga orang mendemonstrasikan menembak balon dengan mata tertutup, 2 orang memotong timun dengan pedang serta 1 orang lagi mendemonstrasikan kelihaiannya mengenderai motor.
Para tamu yang hadir kemudian disuguhkan sebuah 'kampanye pemilu presiden'. Dengan pengawalan ketat oleh 7 pria berbadan tegap dengan menggunakan setelan jas serta kaca mata hitam JK yang menggunakan stelan jas hitam dan peci hitamnya tiba dengan menggunakan Toyota Alphard hitam. Turun dari mobil JK langsung melambaikan tangan kepada para tamu undangan dan juga yang menontot acara tersebut.
Sontak para hadirin yang melihat kehadiran JK langsung kaget dan terkesima. JK melangkah ke podium, setibanya dipodium JK meminta para 'pendukungnya' hadir di kampanye tersebut untuk tenang.
"Jangan teriak-teriak dulu dong, calon presiden mau kampanye neh. Tenang dulu Brother, saya tahu Anda yang hadir di sini adalah orang-orang kuat seperti nama saya Jarwo Kwat (JK)," seloroh pria bernama asli Sujarwo ini yang langsung disambut gelak tawa hadirin.
Pada kesempatan tersebut JK sempat mengkampanyekan dirinya sebagai kandidat presiden yang tepat.
"Saya ini sudah berpengalaman, saya punya pengalaman pernah diperiksa di Polrestro Tangerang," ocehnya lagi yang mendapatkan aplaus dan tawa dari hadirin.
JK pun tak lama mengoceh dan kemudian acara 'kampanyenya' disudahi. Namun sebelum
meninggalkan panggung, JK diserang oleh sejumlah orang bersenjata api yang hadir di tengah kerumunan massa. JK pun langsung diamankan ke dalam mobil ternyata ancaman tidak sampai situ untuk JK, ditengah perjalanan mobil JK diserang sejumlah orang.
Namun semuanya berakhir dengan happy ending buat JK yang berhasil selamat dari
ancaman pembunuhan. Sebelum ditutup, atraksi terjun payung oleh anggota Polri dan TNI menghibur para hadirin.
Usai acara JK sempat bercerita bahwa pada wartawan dia sempat tegang untuk tampil
dalam acara ini. "Saya lebih deg-degan dibanding tampil di acara biasa," pungkasnya.
(ddt/nwk)











































