Aksi Greenpeace yang melakukan penyanderaan kapal China dengan cara menggantungkan diri di jangkar kapal masih berlanjut, Selasa (11/11/2008) di perairan Kota Dumai, terpaut 200 km arah utara dari Pekanbaru.
Pihak kapal Gran Cauva hanya dapat pasrah melihat aktivis yang menggantungkan dirinya di jangkar kapal. Kapal yang mengangkut CPO yang semestinya sudah berlayar menuju Eropa kini tidak bisa bergerak.
Melihat aksi Greenpeace yang membuat heboh itu, pihak Polresta Dumai bersama Adpel terpaksa turun tangan. Pihak kepolisia dan Adpel saat ini berusaha untuk melakukan negosiasi dengan para aktivis lingkungan terbesar di dunia itu. Polisi dan Adpel pun pusing dibuat ulah mereka.
Tapi agaknya negosiasi yang dilakukan sejak tadi pagi, belum membuahkan hasil. Para aktivis masih silih berganti melakukan aksi gantung diri di jangkar kapal. Ini sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah Indonesia yang tidak bisa menyelamatkan hutan yang tersisa.
"Sejak pagi kita masih melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian dan Adpel di Dumai. Namun sampai saat ini kayaknya belum ada kesepahaman. Teman kami masih menggantung dirinya rantai jangkar kapal," kata Nabiha Shihab salah sau aktivis Greenpeace saat dihubungi detikcom. (cha/asy)











































