Sultan: Kalau Tidak Tahan, Mari Bersama Saya di 2009

Sultan: Kalau Tidak Tahan, Mari Bersama Saya di 2009

- detikNews
Senin, 10 Nov 2008 22:30 WIB
Sultan: Kalau Tidak Tahan, Mari Bersama Saya di 2009
Jakarta - Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai 10 tahun reformasi telah berlalu
tanpa perubahan signifikan bagi kemakmuran rakyat. Ia pun mengajak mereka yang tidak tahan akan kondisi tersebut untuk bersama-sama dengannya menentukan perubahan
di Pemilu 2009.

"Kalau Bapak dan Ibu tidak tahan, mari bersama-sama saya di (Pemilu) 2009," cetus Sultan.

Hal itu dikatakan Sultan saat menutup paparannya dalam diskusi Pembangunan Ekonomi bertajuk 'Kawasan Timur Cari Presiden Baru 2009' di Gedung WTC, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (10/11/2008).

"Kalau yang terakhir itu, urusan anda-anda sendiri," ujar moderator Zainal Bintang kepada audiens.

Dalam paparan sebelumnya, Sultan menjelaskan perlu adanya seorang pemimpin baru yang bisa merubah strategi kebijakan agar pembangunan Indonesia bisa melaju secara signifikan. Yaitu pemimpin yang tidak membeda-bedakan daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunannya.

"Soekarno itu orang Jawa yang meng-Indonesia, tidak muncul rasa adil di Indonesia Timur sehingga muncul pemberontakan PRRI/Permesta. Soeharto juga orang Jawa yang meng-Indonesia, supaya nurut dilakukan sentralistik dan melakukan Jawanisasi," ujar Sultan.

"Untuk tidak mengulangi itu, carilah pemimpin yang namanya Indonesia," tandasnya.








(lrn/crn)


Berita Terkait