Serangan yang tidak diberitakan itu diotorisasi pada 2004 oleh Menteri Pertahanan AS waktu itu, Donald Rumsfeld dengan persetujuan Presiden George W Bush.
Dengan perintah serangan rahasia itu, pasukan AS mendapat izin untuk menyerang target-target teror di manapun di seluruh dunia tanpa persetujuan spesifik yang memakan waktu lama. Demikian seperti diberitakan media terkemuka AS, New York Times dan dilansir BBC, Senin (10/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah penyerangan rahasia itu memberikan otorisasi bagi militer AS untuk menyerang jaringan teroris al Qaeda di manapun di seluruh dunia. Perintah tersebut juga menjadi mandat untuk secepatnya melakukan operasi di negara-negara yang tidak berseteru dengan AS.
Secara total, 15 hingga 20 negara tercakup dalam perintah rahasia tersebut. Serangan-serangan rahasia itu telah dilancarkan di Pakistan, Suriah, Yaman, Arab Saudi dan beberapa negara lainnya yang diyakini sebagai tempat persembunyian al Qaeda dan kelompok militan lainnya.
Sejumlah serangan itu dilakukan dengan koordinasi bersama CIA. Namun belasan serangan telah dibatalkan oleh para komandan militer. Sebabnya karena kurangnya bukti atau karena mereka menganggap serangan itu terlalu berbahaya atau "berat secara diplomatik.
Belakangan ini militer AS kian gencar melancarkan serangan di sepanjang wilayah perbatasan Pakistan. Warga sipil Pakistan banyak yang menjadi korban gempuran AS itu.
(ita/iy)











































