"Dia (HJ) mengancam kalau Amrozi dieksekusi, dia akan membom tempat penting di Jakarta," ujar Wakil Kepala Densus 88 Kombes Pol Saut Usman Nasution saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (10/11/2008).
Abubakar mengatakan, HJ merupakan pendatang di Kalimantan Timur. Dari HJ, polisi sudah menyita telepon seluler miliknya dan sim card.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mengancam lewat 1717 Polda Metro Jaya," katanya.
Abubakar menambahkan DM kelahiran 1982 dan seorang pengangguran. Polisi hingga kini masih mendalami hubungan kedua pelaku dengan jaringan terorisme.
"Tidak menutup kemungkinan akan berkembang," imbuh Saut kembali. (gus/iy)
