Pengamat: Iklan Soeharto PKS untuk Merebut Pemilih Golkar

Pengamat: Iklan Soeharto PKS untuk Merebut Pemilih Golkar

- detikNews
Senin, 10 Nov 2008 12:24 WIB
Pengamat: Iklan Soeharto PKS untuk Merebut Pemilih Golkar
Jakarta - Iklan PKS yang menjadikan Soeharto sebagai 'guru bangsa dan pahlawan' dinilai tak sekadar untuk memperingati Hari Pahlawan belaka. Iklan tersebut juga memiliki magnet untuk menarik pemilih Golkar yang masih loyal terhadap Soeharto.

"PKS mencoba mengambil suara Golkar, loyalis-loyalis Orde Baru," analisis pengamat sosiologi politik dari UGM, Arie Sudjito, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (10/11/2008).

Menurut Arie, langkah PKS memunculkan simbol tokoh Orde Baru seperti Soeharto merupakan strategi meraup suara pemilih yang bosan dengan reformasi. Namun langkah ini justru kontraproduktif, karena PKS justru akan ditinggal oleh para pemilih yang pro reformasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada simbol Orde Baru, justru orang akan berpikir ulang. Hal ini justru tidak menguntungkan," jelasnya.

Selain itu, akademisi ini menilai PKS keliru mencantumkan Soeharto dalam iklan tersebut. Alasannya, Soeharto masih menjadi polemik bagi publik, terkait berbagai kasus dan skandal yang dibuatnya selama memerintah.

"Kalau tokoh yang lain tepat, karena mereka simbol perjuangan," ujarnya.

Secara komunikasi politik, iklan itu juga dinilai sebagai salah satu upaya untuk memodifikasi tokoh nasional untuk kepentingan kampanye. Menurut Arie, tidak terlihat adanya substansi yang jelas mengenai maksud iklan-iklan yang selama ini ditampilkan PKS.

"PKS semakin kelihatan pragmatis," pungkasnya.

(mad/nrl)


Berita Terkait