tersangka Novel Andreas selalu mencuri waktu untuk bertemu sang buah hati.
Kepada anak keempatnya tersebut, Endang kerap menyempatkan diri walau
hanya untuk sekedar mengobrol dan membawakan makanan.
Kebersamaan ibu dan anak tersebut menjadi tontonan orang lain, tak terkecuali para tahanan pria yang berada satu sel dengan Novel di tahanan Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Komplek Perkantoran, Depok, Senin (3/11/2008).
Ketika sang ibunda mengeluarkan nasi serta lauk pauk dan kemudian mengajak Novel untuk makan di dalam ruang tahanan, para tahanan lain spontan meledeknya.
Pemandangan tampak kontras karena Novel yang berkulit putih serta
berpenampilan rapi ditemani ibundanya, berada di tengah para tahanan yang sebagian di antaranya bertelanjang dada dan bertato.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel yang semula malu-malu pun kemudian bersedia makan dengan ditemani
ibundanya.
”Nah gitu dong, santai,” celetuk seorang tahanan.
”Anggap aja lagi camping,” timpal yang lainnya.
”Kayak di kafe aja,” imbuh tahanan lain.
Terang saja, kegiatan 'makan bersama ibu' tersebut mengundang tawa dan sorakan dari penghuni sel lain. Seperti biasa, Novel hanya tersenyum tersipu-sipu sambil mengunyah makanannya. (alf/nwk)











































