Salah satu penyebab utama dari kecelakaan dan kematian di Australia adalah karena pengemudi mabuk. Karena itu negara Kanguru ini menerapkan aturan yang sangat ketat bagi pengemudi yang mabuk.
Aturan lalu lintas yang khas di sini adalah terdapatnya batasan kecepatan maksimum kendaraan yang diperbolehkan di sebuah jalan. Ini berlaku bagi setiap pengendara kendaraan bermotor. Di Gold Coast contohnya, setiap beberapa kilometer sekali terdapat rambu batas maksimum kecepatan kendaraan yang diperbolehkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyaknya aturan seperti batas kecepatan maksimum yang seringkali berubah tiap beberapa kilometer membuat bingung, saya pun jadi makin ragu tujuannya apa," ujar dia. Jika dilihat memang di sebuah jalan rambu mengatakan batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan 60 km/jam, namun dalam beberapa saat di jalan yang sama ada rambu lagi yang mengatakan batas maksimumnya 0 atau 70 km/jam.
"Menurut saya kecelakaan di jalan seringkali terjadi karena sepeda motor, di sini sepeda motornya sering melaju dengan kecepatan tinggi," imbuhnya. Berdasarkan pengalamannya hampir setiap hari motor menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Secara umum sebenarnya batas kecepatan yang ditentukan di Australia adalah 50 km/jam untuk area built up dan 100 km/jam di luar area built up. Jadi meskipun mobil yang anda gunakan berkekuatan tinggi, namun batas kecepatan paling tinggi hanya 100 km/jam saja.
Lalu lintas kendaraan di Gold Coast sendiri sangat berbeda jauh dengan Jakarta. Pengendara mobil di sini sangat teratur dan disiplin, bahkan mereka akan berhenti di jalan saat terlihat ada orang ingin menyeberang. Di sini juga jarang sekali terjadi kemacetan. Kemacetan hanya terjadi pada waktu tertentu seperti pukul 15.00 saat para pelajar pulang sekolah.
Polusi pun jarang terlihat, karena kendaraan yang ada dirawat dengan benar. Apalagi dengan banyaknya hutan-hutan kota membuat udara tetap sejuk.
Sekilas memang jarang kita temui polisi lalu lintas, cukup dengan rambu saja. Tapi Anda jangan coba-coba untuk melanggar, karena berpikir tidak akan ketahuan oleh polisi. Polisi terkadang bersembunyi di pinggir jalan, dan selain itu ada juga kamera lalu lintas yang akan memfoto wajah Anda jika Anda melanggar rambu.
Sistem tilangnya pun ketat dengan cara mengambil beberapa poin dari nilai poin Anda dan pengambilan poinnya cukup besar. Jika Anda masih melanggar juga, sikap tegas yang akan Anda peroleh bisa sampai masuk penjara.
Untuk kendaraan umum, ada bus dan taksi dan pemberhentiannya pun tidak sembarangan. Untuk bus, ada halte dan jadwal persis kapan saja bus akan tiba di halte. Untuk taksi juga demikian, telah dibuat tempat khusus di mana anda bisa mendapatkan taksi. Jadi anda tidak akan bisa memberhentikan bus atau taksi di sembarang tempat.
Memang cukup sulit untuk menerapkan aturan ini di Jakarta, tapi setidaknya masyarakat bisa belajar dan menghargai sesamanya serta beretika dalam berkendara. Tidak saling menyerobot satu sama lain, agar lalu lintas tidak semakin semrawut dan kecelakaan berkurang. (dnl/asy)











































