"Saya kira itu menunjukkan kepada kita semua Presiden SBY sebetulnya mengedepankan satu proses penegakan hukum. Sekarang terlihat besannya Aulia Pohan bisa menjadi seorang tersangka. Faktor ini menunjukkan siapa SBY ini," ujar Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro) Hadar Navis Gumay.
Hadar menyampaikan hal itu kepada detikcom, Kamis (30/10/2008). Momentum ini, menurut Hadar membantu meningkatkan elektabilitas atau kemungkinan SBY untuk dipilih kembali semakin besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses Aulia Pohan yang menjadi tersangka ini, lanjut dia, hanyalah proses hukum awal yang positif. Langkah itu jangan hanya menimbulkan kesan positif di awal, namun ternoda di belakang.
"Proses hukum ini masih panjang, bisa saja ini adalah satu proses pengesanan awal. Seorang tersangka ya harusnya ditahan. Apakah ada upaya lain di belakang, apakah ada jaminan ya kita lihat nanti," kata Hadar.
Lagi-lagi, Hadar menegaskan agar SBY jangan terjebak pada pembentukan citra menjelang Pemilu 2009.
"Jangan sampai hanya pembentukan citra. Dari sana kelihatan lebih pasti apakah SBY memang membuka proses hukum itu tanpa tebang pilih, campur tangan atau proteksi tertentu? Yang jelas ini perkembangan positif," pesan dia. (nwk/iy)











































