"Wahyu sejak tahun 2005 sudah menjadi DPO. Wahyu membuat jaringan namanya Tauhid wal Jihad, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2008).
Namun saat ditanya apakah Wahyu merupakan pemimpin kelompok Tauhid wal Jihad, Abubakar membantahnya. Polisi masih melakukan penyidikan terhadap kelompok ini.
"Bukan Wahyu (pemimpinnya), belum bisa kita sebut. Orangnya masih kita cari," jelasnya.
Abubakar menuturkan, Wahyu adalah pria kelahiran Dolong, Poso, tanggal 14 April 1982. Dia sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2005. Dia diduga telah melakukan penyerangan terhadap markas Brimob di Ambon tahun 2005 dan terlibat rusuh Poso antara 2005-2006. (gah/nrl)











































