Peresmian jaringan kota pusaka diresmikan di rumah dinas Walikota Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (25/10/2008) petang. Walikota Surakarta, Joko Widodo, yang ditunjuk sebagai koordinator pembentukan jaringan melaporkan bahwa sebagai embrio telah terdaftar 12 kota sebagai anggota.
12 kota tersebut adalah Ternate, Pekalongan, Pangkal Pinang, Pontianak, Yogyakarta, Medan, Ambon, Denpasar, Surabaya, Palembang, Blitar dan Surakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pembangunan mall menggusur bangunan bersejarah, itu tidak benar karena akan menghilangkan identitas bangsa. Kalau mempertahankan bangunan warisan lalu mengabaikan pengembangan kota, juga tidak benar karena kita harus menciptakan lapangan kerja demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyontohkan solusi pembangunan kota yang mempedulikan aset budaya. Misalnya, bangunan warisan kuno tetap dipertahankan berada di tengah bangunan modern yang dibangun. Bangunan kuno tersebut tetap dipertahankan bentuk fisiknya dan bisa difungsikan sebagai perpustakaan.
"Cara seperti ini nantinya sangat membantu anak cucu kita melacak sejarah bangsanya. Mereka akan menghargai kita sebagai orang tua yang mampu menghargai warisan budaya tapi tanpa menghambat pembangunan perkotaan," lanjut Wacik.
(mbr/rdf)











































