"Pemanggilan itu untuk klarifikasi," tegas Ketua FPDIP DPR Tjahjo Kumolo di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional Badan Pemenangan Pemilu PDIP di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2008).
Jika orang-orang yang akan dipanggil tidak merasa bersalah, Tjahjo menegaskan untuk apa takut datang. Namun ketua FPDIP in menolak jika dikatakan pemanggilan ini sebagai upaya penjegalan politis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, klarifikasi ini sebenarnya akan berdampak baik bagi jenderal-jenderal yang selama ini diduga terlibat dalam pelanggaran HAM.
"Selama ini kan mereka mendapat stigma pelanggaran HAM, kasihan dong," katanya.
Ketua Pansus Orang Hilang Effendi Simbolon dari FPDIP pada Jumat 18 Oktober lalu menyatakan, Pansus akan memanggil sejumlah pejabat dan mantan pejabat TNI yang diduga terkait kasus penghilangan paksa.
Mereka yang dipanggil antara lain Presiden SBY, Ketua Umum Hanura Wiranto, capres Gerindra Prabowo Subianto, mantan Pangdam V Jaya Sjafrie Sjamsoeddin yang kini menjadi Sekjen Dephan dan mantan petinggi Kopassus Muchdi Pr.
Wacana ini dianggap bernuansa politis dan tidak etis karena orang-orang yang akan dipanggil itu saat ini hendak maju Pemilu 2009 .
(mok/nrl)











































