PD: Bukti Rakyat Tahu Kinerja SBY-JK

Survei Popularitas SBY Naik

PD: Bukti Rakyat Tahu Kinerja SBY-JK

- detikNews
Senin, 20 Okt 2008 16:25 WIB
PD: Bukti Rakyat Tahu Kinerja SBY-JK
Jakarta - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon presiden mendatang naik atau 32 persen. Partai Demokrat menilai naiknya popularitas itu bukti rakyat mengetahui kinerja SBY-JK.

Seperti diketahui, LSI pada hari Minggu (19/10/2008) kemarin merilis hasil
penelitiannya terakhir terhadap tokoh yang menjadi capres pada Pilpres
2009. Hasilnya, SBY menjadi tokoh terpopuler versi responden sebesar 23
persen.

"Kalau popularitas SBY naik, maka hal itu merupakan konfirmasi bahwa masyarakat menilai pemerintah yang dipimpin Presiden SBY telah berbuat untuk kepentingan rakyat," kata salah seorang Ketua DPP Partai Demokrat
bidang Ekonomi Darwin Zahedy Saleh kepada wartawan di kantornya Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Darwin, selama ini rakyat telah memberikan penilaian yang positif
terhadap program-program pro rakyat yang dilakukan pemerintahan SBY-JK. Di
antaranya program Bantuan Langsung Tunai (BLT), beras untuk rakyat miskin
(raskin), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin.

Darwin mengatakan, berdasarkan riset dari Bank Indonesia, Danareksa dan
Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukan tingkat kepercayaan yangย  tinggi dari masyarakat terhadap pemerintah yang mencapai angka 84.

"Seandainya masyarakat menilai pemerintah tidak berbuat apa-apa untuk rakyat, maka tentu indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan
turun," jelasnya.

Sementara, Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik Anas Urbaningrum
menyatakan, naiknya popularitas SBY menunjukan rakyat semakin jernih dalam
menilai.

"Dua atau tiga bulan lalu popularitas SBY turun dan berada di bawah Megawati. Ketika itu popularitas SBY turun karena kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, itu wajar," imbuhnya.

(zal/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads