Demikian jawab Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo, Fadel Muhammad, pada wartawan di Kantor Sekretariat Negara, Jl Majapahit, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
"Saya pikir sudah seharusnya dibahas soal capres dan cawapres pada rapimnas nanti. Jangan anggap tabu membahasnya secara terbuka," ujar dia.
Sebagai parpol dengan basis massa besar, tidak seharusnya Partai Golkar menunggu parpol lain dalam mengumumkan bakal calon pasangan jagoannya. Seperti, misalnya saja menunggu pinangan resmi Partai Demokrat agar Jusuf Kalla untuk sekali lagi mendampingi SBY dalam Pilpres 2009.
Masyarakat, terutama massa konstituen sudah pasti sangat menantikan siapa yang jadi jagoan Partai Golkar. Apalagi sejumlah nama bakal calon kuat juga sudah beredar selama ini.
"Masyarakat tidak ingin membeli kucing dalam karung. Golkar majukan saja JK sebagai capres dan sultan sebagai cawapresnya. Jangan nunggu Demokrat," pungkasnya. (lh/gah)











































