"Saya mau tidur nemanin anak saya yang susah tidur. Ada orang teriak-teriak kebakaran," ujar Herman (29) di tenda darurat, RT 14/18, Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2008).
Doni (8), anak Herman pun ikutan panik. Bocah kelas 2 SD itu berlarian saat api besar membakar ratusan rumah. Tidak ada yang selamat selain baju di badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan Doni, Sulis (8) juga bernasib sama. Anak kecil tersebut batal sekolah di hari pertama gara-gara api meludeskan rumah beserta isinya. Semua peralatan sekolah barunya, seperti sepatu, baju dan buku hangus terbakar api.
"Ya main aja, nggak sekolah, karena nggak ada baju," ucap Sulis sambil bermain lompat tali di tenda pengungsian.
Hingga sekarang sejumlah bantuan terus mengalir. Namun bantuan berupa perlengkapan sekolah masih terlihat minim. Kebanyakan bantuan berupa baju pantas pakai, makanan instan, sembako, sarung dan selimut. (Ari/nik)











































