Kontingen Polisi Indonesia Tiba di Darfur

Laporan dari AS

Kontingen Polisi Indonesia Tiba di Darfur

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2008 12:12 WIB
Kontingen Polisi Indonesia Tiba di Darfur
Washington DC - Sebanyak 130 personel dari Polisi Indonesia tiba di El Fasher Minggu 12 Oktober 2008. Kontingen ini diberangkatkan dengan pesawat khusus PBB dari Jakarta untuk masa tugas setahun bersama Uni-Afrika United Nations Hybrid Operation in Darfur (UNAMID).

Kedatangan mereka disambut oleh Adeyemi Ogunjemilusi, UNAMID Deputy Police Commissioner for operations dan John Gachomo, UNAMID Police Sector North Commander.

Dalam sambutannya, Adeyemi mengatakan, mereka tiba pada saat yang penting. Hal ini penting untuk menjaga keamanan para pengungsi di seluruh wilayah.

"Kesuksesan misi ini sangat bergantung pada kemampuan anda. Saya tidak meragukan kemampuan anda dalam menghadapi tantangan lingkungan di Darfur maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat", kata Adeyemi.

Kepala kontingen, Letnan Johny Assadoma mengaku siap untuk memulai tugas bersama UNAMID. Dia juga mengajak lebih banyak lagi dukungan dari dunia Internasional untuk membantu masyarakat di Darfur.

Polisi Indonesia, yang diharapkan berbasis di El Fasher adalah kontingen polisi ke dua, setelah Banglades yang ditempatkan di Darfur untuk membantu UNAMID.

Demikian Siaran Pers yang diterima oleh wartawan detikcom, Endang Isnaini Saptorini, di Washington DC, AS dari UNAMID, Selasa (14/10/2008).

Sementara itu, Wakil Tetap RI untuk PBB, Marty Natalegawa menuturkan, saat ini Indonesia berperan sebagai salah satu negara kontributor pasukan (Troops Contributing Countries/TCC) dan kontributor polisi (Police Contributing Countries/PCC) untuk PBB.

Marty mengatakan, Indonesia diundang PBB untuk mengikuti berbagai kursus PKO untuk pertama kalinya. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pemelihara perdamaian dan penyiapan kader pimpinan misi PBB.

"Lokasi kursus untuk TNI di India, polisi di Italy dan calon pimpinan misi PBB di Brazilia", ungkap Marty.

Diharapkan pada akhir bulan November 2008 mendatang, posisi Indonesia dapat naik dari peringkat 20 ke peringkat 15. Selain itu jumlah anggota pasukan pemelihara perdamaian sebanyak 1.647 orang yang terdiri dari 1.352 personil TNI dan 295 personil Polisi.

Selain itu, Indonesia juga diminta untuk menanggapi konsep doktrin PKO yang dibuat oleh PBB. Mabes TNI/Polri sedang mempelajarinya untuk menyusun tanggapan dan saran lebih lanjut.

Dalam menindaklanjuti Resolusi DK PBB 1325 (2000), Indonesia telah berpartisipasi dalam pengiriman personil wanita sejak 2007. 4 Personil wanita TNI di Kongo dan Lebanon. Diharapkan tahun 2008 akan menjadi 10 orang.

Indonesia juga mendukung perpanjangan mandat resolusi DK PBB 1701 (2006) dengan turut ikut serta dalam mempertahankan perdamaian di wilayah Selatan Lebanon. Hal itu dilakukan dengan menambah pasukan sebanyak 200 orang Force Protection Unit terdiri dari Kopasus, Detasemen Jalamangkara (Marinir) dan Paskhas AU serta menambah pasukan law enforcement dan Polisi Militer sebanyak 75 orang. (eis/nik)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads