"Saya kira pernyataan menolak koalisi dengan suatu parpol sebelum pemilu itu menunjukkan arogansi. Gerindra tidak akan pernah menolak ajakan-ajakan itu," cetus Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani di Kantor Gerindra Jl Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2008).
Menurut Ahmad, Gerindra belum pernah mengadakan pertemuan formil untuk berkoalisi dengan PKS. Namun pertemuan silaturahmi sudah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu Ahmad meminta politisi PKS untuk menahan diri karena dalam Pemilu mendatang belum tentu PKS menang.
"Ok-lah misalkan PKS sudah punya kursi di DPR, Gerindra belum. Kalau nanti Gerindra menang bagaimana? Tapi saya tidak mau komentar apakah akan menerima atau tidak, tapi ini arogansi," katanya.
Hal yang sama juga diutarakan Ketua Umum Gerindra Suhardi. Menurutnya, ada pihak-pihak yang membuat hubungan PKS dan Gerindra tidak harmonis.
"Kemungkinan ini ada yang plintir. Yang jelas kita mau berkoalisi dengan partai mana saja yang riil mau mewujudkan cita-cita Gerindra. Kita tidak pernah dalam pertemuan informal membicarakan masalah politik yang tidak jelas," kata Suhardi.
Sebelumnya sebuah harian ibu kota melansir , Sekjen DPP PKS Anis Matta menyatakan PKS hanya akan berkoalisi dengan partai yang punya banyak suara di parlemen. Pernyataan ini untuk menanggapi pertanyaan tentang ajakan koalisi dari Gerindra. Β (nik/iy)











































