Setidaknya itulah kesimpulan survei opini yang digelar majalah Newsweek, Sabtu 11 Oktober 2008, seperti dilansir dari AFP, Minggu (12/9/2008).
Obama memimpin dengan 52 persen dibanding McCain yang mengumpulkan 41 persen potensi suara. Padahal bulan September 2008 lalu, kedua kandidat capres bersaing ketat pada angka 46 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara pemilih yang terombang-ambing keadaan ekonomi, Obama tampaknya memperluas dukungannya. Di kalangan pemilih pria, Obama memimpin 54 persen potensi suara dibanding McCain yang hanya mendapatkan 40 persen. Pun di kalangan pemimpin wanita, Obama meroket dengan 50 persen pemilih dibanding McCain yang meraih 41 persen.
Survei ini digelar sehari setelah penyidik dari Dewan Legislatif Alaska mengeluarkan laporan setebal 263 halaman, atas kasus kandidat wapres Republik Sarah Palin, pada Jumat 10 Oktober 2008 lalu.
Penyidik Steve Branchflower mengatakan, Palin saat menjadi Gubernur Alaska, bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan sebagai pejabat publik.
Branchflower mengatakan Palin mengizinkan suaminya, Todd Palin menggunakan kantor gubernur Alaska dan segala sumber dayanya, untuk menekan pejabat berwenang untuk memecat mantan saudara iparnya, anggota polisi Alaska Mike Wooten.
(nwk/nwk)











































