Dua alat berat berupa eskavator untuk memotong bukit sampai saat ini masih tertahan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau. Tertahannya alat berat yang diangkut dengan truk tronton itu karena tidak berani menyeberangi sebuah jembatan dari kayu yang kini posisinya terendam banjir.
"Rencananya kita akan memangkas tebing selebar 5 meter dengan ketinggian tebing 75 meter. Namun hingga kini rencana pemotongan tebing itu belum terlaksana karena alat berat masih tertahan di Kuansing," kata Koordinator Pengawas Pemulihan Jalur Riau-Sumatra Barat, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Riau, Ali Umar kepada wartawan, Kamis (9/10/08) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang sitbail itu ada di Medan, kita tengah negosiasi harga kepada perusahaan penjual barang tersebut. Kita juga belum dapat memastikan juga kapan tibanya sitbail ke lokasi longsor," kata Ali.
Sebagaimana diketahui, jalur lintas barat Riau-Sumbar terputus akibat badan jalan longsor di Km 77 Rantau Berangin Kecamatan Kambar Barat, Kabupaten Kampar. Jalan tersebut ambrol ke sungai Kampar sepanjang 48 meter yang kini hanya menyisakan badan jalan selebar 1,5 meter.
Sejak badan jalan ambrol, jalur Riau-Sumbar via Bangkinang ditutup untuk kendaraan roda empat selama sebulan ke depan. Jalur ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup.
Untuk sementara jalur Riau-Sumbar dialihkan ke Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Jalur alternative ini membuat jarak tempuh menghubungkan Riau ke Sumbar bertambah 100 km. (cha/djo)











































