Muchdi Mesem Dengar Agen BIN Lupa Pekerjaan

Muchdi Mesem Dengar Agen BIN Lupa Pekerjaan

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2008 13:05 WIB
Muchdi Mesem Dengar Agen BIN Lupa Pekerjaan
Jakarta - Sidang kasus pembunuhan Munir dengan terdakwa Muchdi Pr kali ini menghadirkan kesaksian agen BIN non organik Raden Patma Anwar. Tapi kesaksiannya justru mengundang tawa.

"Anda pernah bekerja di BIN?" tanya JPU Cyrus Sinaga di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (9/10/2008).

"Saya lupa, Pak...tidak pernah. Itu sudah beberapa tahun lalu," ucap Patma yang disambut tawa pengunjung sidang.

Patma yang mengenakan kemeja bermotif hitam ini sebelumnya sempat diminta memastikan paraf dan kesaksiannya di BAP itu asli dan di bawah tekanan.

"Saya sekarang memang dalam kondisi tidak sehat," ucap Patma.

Muchdi pun tampak senyum-senyum mendengar kesaksian itu. Sambil bertopang dagu dia memperhatikan Patma.

"Di BAP Anda kenal dengan agen BIN bernama Sentot atau Pak De dan dikenalkan Widodo di ruang media BIN?" tanya Cyrrus.

"Saya lupa pak, tapi kalo Sentot saya kenal. Yang lain lupa," ucapnya.

Jaksa lalu membaca BAP, bila Patma diajak masuk BIN oleh Bapak Arie Kumaat, dengan surat tugas, dan senjata api. Dan juga gaji Rp 1,5 juta.

"Saya lupa, Pak. Kalau surat tugas ingat, itu sudah beberapa tahun," imbuh Patma yang kini mengaku berprofesi berkebun ini.

"Surat tugas soal apa?" cecar Cyrus. "Itu saya lupa, Pak," jawab Patma pendek.

Saat ditanya pengacara Muchdi, Lutfi Hakim, Patma juga banyak menjawa lupa. Seperti saat ditanya senjata api yang diperolehnya saat menjadi agen BIN.

"Saya lupa. Itu sudah lama," imbuhnya.

Namun Patma mengakui, dirinya pernah melakukan teror ke kantor Imparsial dan mengancam membunuh Munir melalui telepon umum.

"Di seberang sana menjawab sialan lu," ucapnya.

Namun, saat ditanya ketua majelis hakim tentang 4 langkah cara membunuh Munir dan salah satunya dengan menyantet, Patma menjawab tegas.

"Itu tugas. Saya dan Pak Sentot," jawabnya.

Kemudian hakim Aswandi pun memperingatkan agar Patma menjawab jujur. "Kalau Anda banyak lupa, bisa saja nanti setelah sidang Anda jadi pikun," ucap Aswandi.

Patma pun menjelaskan soal kelupaannya. "Saya lupa, Pak. Benar-benar tidak tahu. Saya sedang dalam kondisi tidak sehat," dalihnya. (ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads