Awas Penebar Paku di Jalan Gatot Subroto!

Awas Penebar Paku di Jalan Gatot Subroto!

- detikNews
Jumat, 03 Okt 2008 13:05 WIB
Jakarta - Jalan-jalan di Jakarta cenderung lengang saat Lebaran. Banyak pengemudi yang melintas pun menggeber kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Mereka seakan tak menyadari bahaya yang mengancam di jalanan. Salah satunya ulah penambal ban jahat yang sengaja menebar paku di jalan raya.

Seperti yang dialami Adi. Saat melintas dengan kecepatan tinggi di Jalan Gatot Subroto arah Cawang tepatnya sebelum perempatan kuningan, tiba-tiba ban motor belakangnya kempes. Motor Adi pun goyang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiba-tiba motor oleng karena ban kempes. Untung saja saya bisa menguasai motor saya," kata Adi kepada detikcom, Jumat (3/10/2008).

Tak jauh dari tempat Adi berhenti, seorang laki-laki menawarkan untuk menambal bannya. "Itu tambal ban saya di sana, ayo Mas, saya bantu dorong," katanya kepada Adi.

Adi pun terpaksa mengikuti saran orang itu. Adi sebenarnya sudah curiga orang itu sengaja menebar paku di jalan untuk mencari uang. Apalagi setelah melihat peralatan tambal ban yang 'ala kadarnya' itu.

"Dia itu cuma modal pompa tangan dan alat tambal ban kecil," katanya.

Tak lama setelah Adi, datang dua orang lagi yang menuntun motornya karena kempes. Wajah mereka tampak kesal.

Setelah membongkar ban motor, si tukang tambal ban bukannya segera menambal ban. Laki-laki itu justru menawari 'para korban' untuk ganti ban saja.

"Ganti ban saja ya," katanya.

Adi tidak mau menuruti saran itu. Dia beralasan, ban dalam motornya masih bagus dan bisa ditambal. "Ditambal aja, Bang. Masih bisa kan," katanya.

Si Abang tukang tambal ban pun menambal ban motor Adi. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya proses tambal ban itu pun kelar juga. Dengan riang, Adi pun bersiap melanjutkan perjalanan.

Namun apa yang terjadi, saat hendak menggeber motor, tiba-tiba ban motornya kempes lagi. "Kok kempes lagi, sih," tanya Adi.

Bukannya merasa bersalah, tukang tambal ban itu malah menyuruh Adi mengganti ban dalam motornya. "Udah ganti saja bannya," katanya.

Meski kesal, Adi terpaksa mengikuti saran itu. Dia harus membayar Rp 40 ribu untuk mengganti ban tersebut.

"Sepertinya dia memang sengaja biar saya ganti ban," sungutnya kesal. (ken/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads