"Sambil menunggu UU Pilpres dan peraturan yang disusun KPU, penting dipikirkan apa perlu dalam debat itu dihadiri ratusan supporter. Ada tepuk tangan yang kadang menimbulkan kegaduhan," ujar SBY usai berbuka puasa bersama wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (28/9/2008).
Menurut SBY, meski terasa 'sepi' justru debat antar Capres AS itu berlangsung tertib. Baik Obama maupun McCain dapat dengan leluasa menjabarkan pikiran-pikiran orisinal mereka. Seperti bagaimana menangani berbagai masalah aktual yang dihadapi bangsa AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pertanyaan bermutu karena tidak terbawa suasana gaduh yang kadang provokatif. Pertanyaan yang mereka ajukan akhirnya benar-benar menjadi porsi seorang presiden untuk menjawabnya.
"Tapi setiap negara punya model sendiri dalam pilpres, termasuk kampanye dan debat sesuai budaya dan tradisi politiknya," imbuh SBY. (lh/crn)











































