kampung halaman mulai buka suara.
"Boleh request lagu Radja nggak mas?" tanya Astie di ruang tunggu Terminal Pulo Gadung, Jakarta, Minggu (28/9/2008).
"Untung ada live music di sini, kalau tidak saya pasti sudah mati gaya karena kelamaan menunggu," ungkap lajang yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-16 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedari pagi, Joy dan kawan-kawannya memang hadir untuk menghibur para pemudik. Untuk kali ini Joy mengaku tidak meminta bayaran kepada penontonnya.
"Kami memang diminta untuk menghibur para penumpang di terminal dan tidak
meminta uang seperti pengamen-pengamen biasa, karena kami di sini sudah dibayar dari pihak penyelenggara," aku Joy yang juga diamini oleh kawan-kawannya.
Pihak penyelenggara yang dimaksud Joy adalah salah satu perusahaan
telekomunikasi ternama Telkomsel yang bekerja sama dengan pabrikan telepon
selular asal Finlandia, Nokia.
"Mereka yang bayar kami untuk menghibur disini jadi kami hanya menjalankan tugas saja tanpa minta imbalan, kecuali kalo ada yang mau memberikan tips akan kami terima dengan senang hati," candanya.
Saat ditanya mengenai berapa bayaran yang diterimanya, lelaki muda asal Klaten, Jawa Tengah ini tidak mau menyebutkan besarannya.
"Lumayanlah mba untuk beli baju baru," jawab Joy sumringah.
Joy juga mengaku bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya bernyanyi di depan ratusan pemudik.
"Senang juga saya bisa menghibur mereka di tengah rasa lelah dan bosan yang mereka alami," tambahnya. (nov/mok)











































