"Perekonomian kita telah pulih. Selama 7 kwartal perekonomian kita naik di atas 6 persen. Transportasi adalah pilar penting kegiatan ekonomi. Karena itu kita harus meningkatkan armada nasional kita, termasuk kapasitas bandara," kata Presiden di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (26/9/2008).
Presiden juga meminta pengelola bandara untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Sebab hal itu merupakan salah satu bentuk perwujudan keadilan kesejahteraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Bandara Sultan Hasanuddin, Presiden juga meresmikan jalan Tol Seksi IV Makassar dan pengoperasian KM Gunung Dempo. Dalam kesempatan itu Presiden didampingi sejumlah menteri, seperti Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Menkum dan HAM Andi Matalatta.
Bandara yang dibangun sejak tahun 2005 ini memiliki apron seluas 69.147 meter persegi. Bandara dirancang untuk menampung pesawat Jumbo Jet Boeing 747, A-300, DC10, MD-11 serta pesawat Boeing 737 serta F-100.
Sistem check-in sudah menggunakan sistem island seperti Bandara Changi Singapura sehingga memungkinkan checking multi users tanpa antrean panjang.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dibangun untuk menggantikan bandara yang lama. Bandara ini memiliki desain futuristik yang dipadu dengan gaya lokal. Atap terminal bandara bergelombang menggambarkan ombak sebagai simbol semangat para pelaut Bugis. (djo/nrl)











































