"Ini salah satu tas milik preman itu yang jatuh. Anda tahu di dalamnya ada apa?" kata Ketua FPI Habib Rizieq dalam jumpa pers di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Kamis (25/9/2008).
Di dalam tas itu terdapat majalah Kontras. "Anda tahu kan ini siapa di baliknya," kata Rizieq berapi-api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizieq lalu memfokuskan perhatiannya pada kaos bertuliskan Banser yang dikenakan orang-orang yang disebutnya 'preman' tersebut. Menurutnya, Banser adalah benteng ulama, bukan preman.
"Ini Guntur ingin mengadu domba," tudingnya.
Tidak sampai di situ, Rizieq juga meminta masyarakat memperhatikan tulisan Gus Nuril di bawah tulisan Banser. Ia mempersilakan agar khalayak mengecek apakah mereka benar-benar di bawah komando Gus Nuril (mantan Panglima Pasukan Berani Mati).
"Jadi jelas ini ada upaya adu domba," tandasnya.
(gah/nrl)











































