"Saya merasakan itu," kata Hendardi di persidangan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2008).
Hal itu disampaikan Hendardi saat menjawab pertanyaan pengacara Muchdi, Luthfi Hakim, mengenai keterangan Hendardi di BAP, yang menyebutkan kalau mantan Deputi V BIN itu membenci Munir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu perasaan saya saja," jawab Hendardi.
Tapi jawaban ini memancing pertanyaan berikutnya. "Jangan pakai perasaan," ucap Luthfi. Tidak lama Jaksa Cirrus Sinaga langsung menimpali.
"Perasaan itu paling kuat saudara," timpal Cirrus, yang kemudian disambut riuh rendah pengunjung sidang.
Tidak lama, Ketua Majelis Hakim Suharto menengahi perdebatan tersebut. "Sudah... seingat saudara saksi saja," tegas Suharto.
Dalam persidangan ini Hendardi juga mengaku kerap mengalami teror dalam berbagai bentuk. "Apa saja bentuk terornya?" tanya hakim Suharto.
"Dari telepon tidak bersuara, orang datang ke kantor saya, juga ada yang merampok di rumah saya. Itu karena saya pernah menangani kasus Talangsari, Aceh, dan Timor Timur," jawab Hendardi.
(ndr/nrl)











































