Saat melakukan razia, Rabu (24/9/2008), BPOM Yogya menerjunkan tiga tim yang di sebar di wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman. Mereka langsung melakukan razia di sejumlah pusat perbelanjaan di Jl Urip Sumoharjo, Laksda Adisucipto, Ringroad Utara Yogyakarta, Malioboro Mal dan pusat penjualan produk dari China di
kawasan Gandekan dan Pajeksan Gedong Tengen Yogyakarta.
Saat merazia pusat perbelanjaan Hero Malioboro, tim mengamankan ratusan produk makanan kecil yang mengandung susu yang diproduksi dari Cina. Beberapa produk itu di antaranya Oreo wafer, permen M&M's dan wafer Snickers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat akan disita petugas, salah seorang manajer pusat perbelanjaan tidak memperkenankan barang-barang tersebut diambil petugas. Mereka beralasan harus mendapat izin dari kantor pusat Hero di Jakarta. Ahirnya dicapai kesepakatan, barang atau produk dari China yang ada di swalayan itu harus disegel petugas dan
tidak boleh diperjualbelikan lagi. Sebagian barang langsung dibawa petugas sebagai sampel.
"Sesuai surat edaran BPOM pusat yang kita amankan tidak hanya susu produk China saja tapi juga semua produk dari China yang menggunakan atau mengandung susu," kata Kepala Bidang Pemeriksaan Penyelidikan Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta, Zulaimah kepada wartawan di sela-sela operasi.
Menurut dia, yang beredar di pasaran tidak hanya susu formula bayi saja tapi berbagai produk makanan yang mengandung susu. Susu formula bayi dari Cina belum ditemukan di pasaran saat petugas menggelar operasi. Produk yang mengandung susu dari Cina yang banyak beredar adalah makanan kecil berupa wafer dan permen.
"Yang banyak ditemukan adalah wafer, sedang permen seperti White Rabbit Creamy Candy juga akan kita amankan bila masih ada yang beredar di pasaran," katanya.
(bgs/djo)











































