Perdana Menteri (PM) Finlandia Matti Vanhanen mengumumkan hari berkabung nasional pada Rabu, 24 September ini. "Kita telah mengalami hari yang tragis," kata Vanhanen.
Vanhanen juga mengatakan perlunya untuk memperketat aturan persenjataan. "Kita harus memperketat aturan secara signifikan," tegasnya seperti dilansir Xinhuanet, Rabu (24/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penembakan massal ini mirip dengan kejadian di Kota Tuusula, Finlandia pada November 2007 lalu yang menewaskan 9 orang termasuk pelaku. Tak lama setelah peristiwa tersebut, pemerintah Finlandia berjanji akan memperketat aturan kepemilikan senjata. Namun hingga kini belum ada perubahan signifikan yang dilakukan. Anak berusia 15 tahun masih bisa memiliki senjata.
Finlandia yang berpenduduk 5,2 juta jiwa merupakan negara yang telah lama dikenal dengan besarnya tingkat kepemilikan senjata. Dari jumlah populasi tersebut, sebanyak 1,6 juta senjata dimiliki warga individu. Finlandia berada di urutan ketiga setelah AS dan Yaman dalam jumlah kepemilikan senjata.
(ita/nrl)











































