Persiapan acara yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2008) tersebut terbukti tidak sia-sia.
Di sela pembacaan sambutan Sekjen Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-Moon oleh Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, El-Mustafa Benlamih, terdengar seruan, "Dokter! Dokter!".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama dua orang tenaga medis dan dua orang perawat tiba di lokasi. Setelah memeriksa denyut nadi, diputuskan Si Kakek harus dibawa ke ruang yang lebih lapang untuk mendapat pertolongan.
"Lemas karena dehidrasi. Nampaknya beliau tetap berpuasa," ujar dokter usai memeriksa nadi Si Kakek.
Masalahnya, menunggu datangnya tandu atau tempat tidur dorong, lumayan memakan waktu. Sebab jarak antar kursi yang rapat dan titik lokasinya agak berliku.
"Kita gendong saja," kata dokter satunya sembari langsung mengangkat tubuh Si Kakek ke bahunya dan langsung berlari keluar ruang acara.
Kejadian tersebut rupanya tidak luput dari penglihatan Presiden SBY yang duduk di podium kehormatan. Melihat dokter yang membopong anggota LVRI, Presiden SBY menganguk-anggukan kepalanya. (lh/nwk)











































