"Kekerasan utama perempuan adalah kemiskinan sendiri. (RUU) ini tidak penting, urus tuh jika minyak-minyak naik," kata capres independen Ratna Sarumpaet dalam seminar bertajuk 'Menimbang Kebijakan Pengesahan RUU Pornografi' di Graha Mahbub Junaedi, Jl Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2008).
Menurut Ratna, pembicaraan mengenai RUU Pornografi di tengah-tengah kondisi kemiskinan rakyat merupakan sesuatu yang aneh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kemaluan, urusan kamar tidur, urusan-urusan yang sangat pribadi jadi pembicaraan sementara rakyat kelaparan," lanjutnya.
Lebih jauh mantan ketua Dewan Kesenian Jakarta periode 2003-2006 ini mengatakan, RUU Pornografi sangat berpeluang disalahgunakan. Orang yang tidak ada kaitannya dengan pornografi bisa menjadi korban pornografi yang dikriminalkan.
"RUU ini sangat berpeluang menyerap orang yang tidak ada kaitannya menjadi
korban pornografi kemudian dikriminalkan," ujarnya.
Kalau DPR mau menghentikan pornografi, kata Ratna, DPR tinggal minta kepada presiden. Kalau memang DPR hendak mengurusi moral masyarakat, lanjutnya, sebaiknya ulama DPR diturunkan kembali ke habitatnya.
"DPR tinggal minta ke presiden untuk menghentikan pornografi," kata Ratna.
"Kalau DPR mau ngurusin moral, lebih baik ulama DPR diturunkan kembali ke habitat," pungkasnya. (sho/mok)











































