Bagaimana tidak, pub itu menawarkan minuman gratis bagi pengunjung perempuan yang berani menanggalkan celana dalam dan menunjukkannya kepada pengunjung dan pegawai pub. Akibatnya, pengelola pub tersebut diperiksa otoritas perizinan alkohol, demikian lansir Reuters, Kamis (18/09/2008).
Semua bermula dari acara "No Undie Sundie" Hotel Saint di Melbourne. Acara
tersebut sendiri menantang pengunjung perempuan yang datang lalu menanggalkan celana dalamnya untuk digantung di bar akan memperoleh minuman gratis senilai 50 dolar Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memamerkan bra dan celana dalamnya ke pengunjung dan pegawai bar. Hal ini
membangkitkan kemarahan kelompok-kelompok perlindungan perempuan yang menganggap hal itu sama saja dengan "mengajak berhubungan intim".
"Sejauh yang terlihat, hal ini merupakan promosi minuman keras yang tak senonoh. Kami akan menyelidikinya untuk kemudian mempertimbangkan untuk melarang hal tersebut," ujar Direktur Lisensi Alkohol Victoria, Sue Maclellan.
Dalam websitenya, the Saint mengklaim dirinya sebagai tempat orang-orang modis dan gaya berkumpul. Namun nyatanya, kecaman dari pemerintah lah yang datang menyusul acara pub tersebut yang mempekerjakan seorang cebol untuk menuangkan minuman keras gratis ke tenggorokan pengunjung.
Lebih lanjut, poster untuk "No Undie Sundie" juga menyulut kecaman karena
menampilkan gambar penyanyi Britney Spears yang oleh walikota Janet Cribbes
disebut "menyerempet ke ranah pornografi". (alf/gah)










































