Untuk korban banjir, pihak perusahaan menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir di Pekanbaru. Dimana dalam sepekan ini kedua kecamatan itu terendam banjir dari luapan sungai Siak. Ribuan jiwa terpaksa mengungsi ketenda-tenda darurat.
Dari 6.000 paket sembako yang diberikan PTPNV itu, 1000 paket di antaranya diberikan kepada korban banjir di Pekanbaru. Selanjutnya 1.000 paket bantuan terhadap warga kurang mampu di lingkungan kantor pusat PTPNV di Pekanbaru. Selebihnya paket warga tidak mampu diberikan kepada masyarakat di sejumlah kabupaten di sekitar lingkungan prusahaan.
"Bantuan yang kita salurkan ini sebagai ujud peduli kami terhadap masyarakat di Riau," kata Direktur Utama PTPNV Irwan Juned kepada detikcom, Kamis (18/9/2008) di sela-sela penyerahan simbolis bantuan terhadap korban banjir Pekanbaru di kantor pusat PTPNV Jl Rambutan Pekanbaru.
Bantuan terhadap korban banjir dan warga kurang mampu ini, katanya, merupakan bagian dari program Corporete Social Responsibility (CSR) yang diwujudkan dalam program community development (CD). Bantuan perusahaan negara ini berdasarkan surat edaran Menteri Negara BUMUN tentang bantuan untuk pangan.
Sejak tahun 1997 hingga Juli 2008, program CRS PTPNV telah menyalurkan dana bantuan sebanyak Rp 40,42 miliar. Dana itu terdiri dari program kemintraan sebesar Rp 25,97 miliar dan untuk program bina lingkungan sebesar Rp14,45 miliar.
"Dana yang kita berikan itu, merupakan dari penyisihan laba perusahaan sebesar 1 sampai 2 persen. Kami berharap semua pihak dapat membantu dalam memperlancar gerak usaha PTPNV. Dengan demikian kedepan dana bantuan CSR yang akan kita salurkan akan lebih besar lagi," terang Juned.
Pantuan di lokasi banjir di Rumbai, air masih saja menggenangi ratusan rumah warga. Kendati air terlihat mulai surut, namun warga masih enggan untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka masih bertahan di dalam tenda darurat yang mereka bangun di tepi badan jalan.
"Memang air mulai surut 30 cm sampai 50 cm hari ini. Namun kita masih khwatir bakal datang hujan lagi. Kalau sudah hujan bagian hulu sungai, tetap saja wilayah air yang menggenangi rumah kita akan naik kembali," kata Rahmad (39) warga Kelurahan Meranti Pandak, Rumbai, Pekanbaru. (cha/djo)











































